post
APBN 2016

APBN 2016

Lihatlah postur APBN 2016 diatas

Perhatikan pada pendapatan negara APBN 2016

Apakah realistis atau tidak ?

Tidak realistis, bukan ?

APBN 2016 yang sudah disahkan oleh DPR nilai nominalnya tidak realistis karena yang terlalu tinggi nilai nominalnya dan pemerintah terlalu optimis sedangkan adanya ancaman dari pengaruh ketidakpastian ekonomi secara global, prospek ekonomi global pada tahun 2016 belum bisa dipastikan membaik, dan pada tahun 2016 sudah berlakunya MEA. Dan untuk pertumbuhan ekonomi akan sulit mencapai kondisi yang baik karena ekonomi global sangat dipengaruhi oleh ekonomi China. Sedangkan perekonomian China susah ditebak maka akan berdampak pada harga minyak dunia yang bisa menurun.

Untuk target pajak pada APBN 2016 ini dinaikkan menjadi Rp.1.360,1 triliun yang sebelumnya pada tahun 2015 sebesar Rp.1.201,7 triliun. Target penerimaan pajak APBN tahun 2015 saja tidak mencapai target apalagi APBN 2016 untuk penerimaan pajak dinaikkan kembali. Dirjen Pajak juga sudah menyerah untuk pengejaran target pajak. Pada tahun 2015 padahal pemerintah sangat gencar mencari cara untuk mencapai target. Banyak perusahaan di seluruh Indonesia yang diperiksa mengenai perpajakannya oleh pihak pajak. Di tahun 2015, banyak perusahaan yang mulai gerah dengan pemerintah mengenai perpajakan. Dapat mengakibatkan para pengusaha kecil sulit berkembang dan malas untuk membuka usaha. Pemerintah menganggap perusahaan tidak pernah rugi dan pemerintah selalu membuat perhitungan – perhitungan yang tinggi untuk tarif perpajakan. Sebenarnya terlalu berat bagi wajib pajak jika target pajak dinaikkan karena Dirjen Pajak akan gencar untuk mencapai pajak sehingga yang terbebani wajib pajak.

Banyak pihak yang meminta untuk perubahan APBN 201, salah satunya CITA karena jika tahun 2016 target penerimaan pajak tidak tercapai akan mengulang kejadian pada target pajak APBN 2015 dan akibatnya Dirjen Pajak akan dipertanyakan kinerja dari Dirjen Pajak. Pemerintah perlu perhitungan ulang dan harus melihat kejadian di tahun 2015 dan sebelum – sebelumnya. Apalagi target pajak APBN 2016 sudah termasuk pengampunan pajak atau tax amnesty akan sulit tercapai.

Pada saat ini masih pemerintah masih menghitung revisi untuk rencana target penerimaan negara atas pajak kemungkinan realisasi target penerimaan pajak pada tahun ini maksimal Rp.1.100,- triliun. Realisasi target penerimaan pajak akan bertambah dengan upaya mendorong revaluasi assets BUMN, perbankan, pendekatan kepada wajib pajak besar, reinventing policy, dan terus meningkatkan pajak dari sector migas. Ada 5 faktor yang harus diperhatikan pemerintah pada saat akan merevisi target penerimaan pajak tahun 2016, yaitu :

  • - Pencapaian target pajak APBN hanya tercapai sesuai dengan RAPBN pada saat tahun 2014
  • - Pada tahun 2014, pertumbuhan pajak hanya mencapai 6,9%
  • - Kegagalan target penerimaan pajak tahun 2015
  • - Kondisi ekonomi pada tahun 2016 akan sama dengan tahun 2015 dan kemungkinan lebih banyak tantangan
  • - Dirjen pajak harus berubah menjadi badan Negara yang semi-independen

Klien Kami "saat ini"